MAU MENGAJUKAN PINJAMAN ONLINE? INI TIPSNYA!

Selamat datang di era serba online, big data and all about digital things! Sekarang ini kita bisa melakukan hal apapun, hanya bermodalkan gadget dan koneksi internet. Pesan makan, pesan taksi, pesan ojek, apapun! Termasuk mengajukan pinjaman online.

Tapi ingat, namanya hutang, harus kita perlakukan dengan super duper hati-hati dan detail. Jangan sembrono. Hutang tetaplah hutang, yang harus kita bayar dengan kerja sekuat tenaga. Apalagi, saat ini banyak banget entitas yang menawarkan aneka pinjaman. Teman-teman pernah dapat broadcast SMS atau random WA terkait “Anda sedang butuh pinjaman lunak? Hubungi xxxxx syarat mudah tidak pakai agunan langsung cair.” Nah, jangan langsung percaya begitu saja. Sikap kritis harus selalu dikedepankan kalau terkait hal hutang piutang seperti ini.

Amankah Berhutang via FinTech?

Hutang sebaiknya dilakukan untuk sesuatu yang produktif. Untuk modal usaha, misalnya. Kalaupun terpaksa banget banget berhutang untuk sesuatu yang urgent (misal: saudara sakit atau tertimpa musibah), ya bagaimana caranya kita harus tetap mengedepankan akal sehat dan kedewasaan dalam bersikap dan mengambil keputusan.

Karena entah mengapa. Belakangan ini banyak kasus menyedihkan bermula dari hutang piutang. Tentu banyak faktor, salah satunya kurangnya pemahaman penghutang akan skema kredit, bunga sekaligus resiko yang jadi satu paket di dalamnya.

Apalagi begitu tahu ada pinjaman yang bisa diakses melalui handphone! Wahh, kadang ini bikin kalap. Tanpa banyak cang cing cung, tidak sedikit orang yang langsung sorak sorai demi mengetahui kalau hutang bisa dilakukan modal jempol dan koneksi internet doang. Tinggal download aplikasi, isi data KTP, klak klik klak klik… voila! Sejumlah nominal utang siap meluncur ke rekening tabungan. Padahal, banyak syarat dan ketentuan berlaku di balik semua itu.

Tentu saja, financial literacy sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Saat ini dunia FinTech (Financial Technology) tengah berkembang dengan begitu pesatnya. Saking banyaknya Lembaga peer-to-peer lending berbasis FinTech ini, calon penghutang seakan-akan mendapatkan durian runtuh. Seolah-olah, banyak banget solusi yang muncul dari segala arah. Padahal, tidak semua FinTech itu kredibel. Bahkan, di sejumlah media bisa kita baca bahwa, di awal tahun 2019 ini sebanyak 231 FinTech (Financial Technology) sudah diblokir oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)!

Penyebabnya beragam. Di antaranya, Fintech tersebut dihentikan operasinya lantaran tak mengantongi izin dari OJK. Selain itu, muncul sejumlah pengaduan dari masyarakat bahwa ada beberapa Fintech yang sistem penagihannya tidak beretika. Termasuk menyadap data pribadi, serta menjelek-jelekkan kondisi penghutang (yang mungkin gagal bayar) ke grup WA. Ada pula yang memasang bunga sangat tinggi dan mencekik, sehingga merugikan penghutang/korban.

Total jenderal sudah ada 635 FinTech illegal yang operasinya dihentikan oleh OJK. Waaaw, banyaaaaak banget ya.

Tips Mengajukan Pinjaman Online

Nah, jadi bagaimana? Kalau memang berencana mengajukan pinjaman online, tetap waspada dan teliti. Berikut tipsnya:

(1). Pelajari dengan detail seluruh syarat dan ketentuan di FinTech yang Anda pilih

Yang diblokir OJK sudah ada 635 FinTech. Yang masih eksis? Tentu banyak! Dari sekian jumlah FinTech itu, tentu karakteristiknya macam-macam. Tingkat suku bunga beragam. Metode penagihan, dan apa yang terjadi bila gagal bayar, juga beragam tindakan yang diterapkan. Silakan pelajari dengan teliti. Walaupun perjanjian ini dilakukan secara online (alias tidak bertatap muka), tapi transaksi hutang piutang ini melibatkan uang beneran alias transaksinya juga benar-benar riil. Orang-orangnya juga beneran ada. Investornya orang beneran. Debt-collector-nya pun manusia sesungguhnya.

(2). Cari Rekomendasi atau Review dari Nasabah

Akan lebih baik lagi kalau Anda menemukan honest review dari nasabah yang pernah menjajal layanan FinTech tersebut. Bisa jadi teman, saudara, tetangga, atau mungkin entrepreneur yang tengah membuka coffee shop di seberang rumah Anda adalah nasabah FinTech juga? Who knows? Coba ajak ngobrol, dan tanyakan bagaimana opini dia terkait FinTech yang Anda maksudkan.

(3). Berdiskusi dengan Istri atau Saudara/ Teman Dekat sebelum Memutuskan untuk Berhutang Online

Ada baiknya, urusan hutang ini juga diketahui oleh pasangan hidup kita. Jangan sampai tiba-tiba istri kita dikirimi WA berupa tagihan hutang atas nama suaminya. Lalu ia terkaget-kaget, dan berkobarlah perang dunia ketiga. Jangan, ya. Urusan finansial ini harus dibahas secara clear. Jangan dianggap tabu. Justru harus ada keterbukaan tentang keuangan. Jangan malu. Berani berhutang, artinya harus berani menanggung resiko melakukan segala daya dan upaya untuk membayarnya hingga lunas!

(4). Cari yang Terdaftar di OJK

Demi keselamatan hidup dan kondisi finansial Anda, bertransaksilah dengan FinTech yang hanya terdaftar di OJK. Sebagai otoritas tertinggi yang menjadi “payung” untuk FinTech, OJK tentu punya kredibilitas dan kuasa penuh. Sehingga setiap FinTech yang “approved by OJK” dipastikan relatif aman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*